Jumat, 24 Desember 2010

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI MICRO WAVE DIATHERMY DAN TERAPI LATIHAN PADA KONDISI OSTEOARTHRITIS GENU UNILATERAL




       Diantara lebih dari 100 jenis penyakit sendi yang dikenal, Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit sendi yang paling sering ditemukan di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini menyebabkan nyeri dan gangguan gerakan sendi sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari.
Osteoarthritis di masukkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke dalam salah satu dari empat kondisi otot dan tulang yang membebani individu, system kesehatan maupun system perawatan sosial dengan biaya yang cukup besar. Di seluruh dunia diperkirakan 9,6 % pria dan 18 % wanita diatas usia 60 tahun menderita osteoarthritis. Penyakit ini meningkat akibat bertambahnya usia harapan hidup, obesitas (kegemukan).
      Osteoarthritis juga dimasukkan menjadi penyebab terbanyak kecacatan dan disabilitas. Menurut data World Health Organization (WHO), 40 persen penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun akan menderita OA lutut, 80 persen di antaranya berdampak pada keterbatasan gerak Pada tahun 2020, WHO memperkirakan penyakit ini akan menjadi penyebab utama disabilitas umat manusia indonesia setelah arthritis rheumatoid (jenis penyakit rematik yang mengenai jari tangan/jari kaki), osteoporosis (keropos tulang) dan nyeri punggung bawah. Indonesia merupakan Negara ke-4 dengan jumlah lansia terbanyak sesudah china, India, dan Amerika Serikat. Menurut data dari PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) tahun 2000, jumlah lansia di Indonesia 15 juta dan menjadi 18 juta pada tahun 2005. Di RS.Cipto Mangun Kusuma Jakarta, osteoarthritis menduduki urutan kedua setelah rematik luar sendi, meski bukan penyakit yang mendatangkan maut tetapi berdampak lansung pada kuliatas hidup penderita. Karena memburuknya rasa nyeri hingga menimbulkan disabilitas. Penyakit ini menyerang sendi-sendi penompang berat badan, seperti pinggang, lutut dan leher.
        Prevalensi atau insiden pada populasi tidak dipengaruhi oleh iklim, lokasi geografis, suku bangsa atau warna kulit. Pada umumnya laki-laki dan wanita sama-sama dapat terkena penyakit ini, meskipun sebelum 45 tahun, lebih sering pada laki-laki tetapi setelah umur 45 tahun lebih banyak pada wanita. Osteoarthriris adalah suatu kerusakan pada permukaan kartilago yang ditandai dengan perubahan histologi, klinis dan radiologi. Sedangkan kelainan utama pada OA adalah kerusakan tulang rawan sendi yang sering diikuti penebalan tulang subkhondral, pertumbuhan osteofit, kerusakan ligamen serta kapsul sendi dan sering dijumpai tanda peradangan pada sinovial sehingga dalam sendi sering didapati efusi.
        Osteoarthritis umumnya menyerang sendi penopang tubuh, seperti sendi lutut, panggul, pinggang dan dapat juga mengenai sendi jari tangan terutama sendi interfalang distal dan interfalang proksimal. Sendi lutut merupakan sendi yang paling sering terkena OA. Sebagaimana menurut Kellgren dan Lawrence melaporkan bahwa prevalensi terjadinya OA lutut adalah 40,7% pada perempuan, dan 29,8% pada laki-laki dengan usia 55-64. Adapun menurut penelititan HANES 1 didapatkan penderita Osteoarthritis sendi lutut pada wanita lebih tinggi dibandingkan laki-laki (7,6% dibandingkan 4,3%).
         Problematik fisioterapi pada osteoarthritis knee unilateral meliputiimpairment, functional limitation dan  disability. Problematik yang termasuk impairment, yaitu : (1) adanya nyeri karena disekitar lutut masih terlihat adanya tanda radang dan juga lutut merupakan sendi yang paling banyak dipakai untuk bergerak, selain itu bisa disebabkan karena faktor jenis kelamin, kegemukan, dan penggunaan berlebihan dari sendi lutut tersebut. (2) adanya keterbatasan luas gerak sendi lutut kearah fleksi, (3) adanya penurunan kekuatan otot quadriceps dan hamstring. Problematik yang termasuk functional limitation adalah keterbatasan penderita untuk melakukan aktifitas fungsional dengan tungkai, misalnya: jongkok, berdiri, berjalan lama. Problematik yang termasuk disability adalah penderita tidak dapat bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat seperti semula.
       Fisioterapi dalam mengatasi problematik di atas dapat menggunakan beberapa modalitas diantaranya; Modalitas yang dapat digunakan pada kasus ini antara lain adalah micro wave diathermy (MWD) dan terapi latihan. MWD adalah salah satu modalitas fisioterapi yang dapat bermanfaat dalam mengurangi nyeri.
         MWD cocok untuk jaringan superficial dan struktur artikuler yang dekat dengan permukaan kulit, misalnya pada permukaan anterior pergelangan tangan dan lutut. Salah satu tujuan utama dari terapi MWD adalah untuk memanaskan jaringan otot sehingga akan memberi efek relaksasi pada otot dan meningkatkan aliran darah intramuskuler, hal ini terjadi karena adanya peningkatan temperatur yang signifikan.
         Selain MWD modalitas lain yang digunakan untuk kasus OA sendi lutut yaitu terapi latihan. Adapun terapi latihan yang dilakukan berupa active movement dan hold relax. Manfaat dari terapi latihan pada pasien OA sendi lutut adalah peningkatan lingkup gerak sendi (LGS), penguatan otot, peningkatan ketahanan (endurance) statik maupun dinamik dan kenyamanan (wellbeing) pasien. Tujuan dari penatalaksanaan OA sendi lutut adalah untuk mencegah atau menahan kerusakan yang lebih lanjut pada sendi lutut, untuk mengatasi nyeri dan kaku sendi guna mempertahankan mobilitas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Info Fisioterapi Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Blogger Template © 2009